Cara Jualan Seperti Nabi Muhammad

Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasalam adalah pedagang. Nabi berdagang sejak usia 12 tahun. Beliau dikenal sebagai pedagang yang sukses. Kusuksesan diraih karena cara jualan yang ramah dan jujur. Kesuksesan Nabi tidak sekedar materi semata, tetapi juga keberkahan rizkinya. Selain itu dengan berdagang, Nabi menjalin persaudaraan dengan banyak orang.

cara jualan
Foto oleh Ryutaro Tsukata dari Pexels

Berikut ini beberapa cara berdagang Nabi yang bisa kita contoh untuk mengembangkan bisnis agar lebih sukses. Tidak sekedar sukses di dunia tetapi juga mendapat ridho Allah Subhanahu Wata’ala.

Niat Karena Allah

Setiap amal yang diridhoi Allah adalah amal yang diniatkan Lillahi Ta’ala. Dalah sebuah hadits, Nai pernah menjelaskan :

“Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niat. Dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka ia akan mendapat pahala hijrah menuju Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin diperolehnya atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka ia mendapatkan hal sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Bersikap Jujur

Kejujuran adalah sikap yang mulia. Dalam berdagang, kejujuran adalah modal utama. Pedagang yang jujur akan selalu diingat oleh pembeli. Sebaliknya, pedagang yang tidak jujur akan ditinggal pembeli.

Allah berfirman :

“Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan, dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi ini dengan membuat kerusakan.” (QS. AsySyu’araa: 181-183)

Dalam ayat yang lain Allah juga berfirman :

“Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.” (QS. Ar Rahmaan:9)

Menjual Barang yang Berkualitas

Kualitas barang harus diperhatikan oleh setiap pedagang jika ingin usahanya bertahan. Pedagang yang jualan barang murah dengan kualitas yang buruk tidak akan bertahan lama. Pembeli biasanya hanya coba- coba karena harganya murah, tapi tidak akan membeli lagi (repeat order).

Nabi pernah bersabda :

Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak halal bagi seorang muslim untuk menjual barang yang ada cacatnya kepada temannya, kecuali jika dia jelaskan. (HR. Ibn Majah)

Mengambil Keuntungan Sewajarnya

Pedagang tidak boleh semaunya dalam membuat harga. Setiap barang yang dijual harus sesuai antara harga dan kegunaannya (value for money). Terlebih sekarang jaman marketplace online. Setiap orang bisa cek harga dari internet dengan mudah. Pedagang yang mengambil untung terlalu tinggi akan ditinggalkan pembelinya.

Saling Menguntungkan

Prinsip yang harus dipegang oleh pedagang adalah saling menguntungkan antara penjual dan pembeli. Pedagang mendapatkan margin keuntungan yang wajar, dan pembeli mendapatkan barang sesuai yang dibutuhkan.

Rasulullah bersabda :

“Janganlah dua orang yang berjual-beli berpisah ketika mengadakan perniagaan kecuali atas dasar suka-sama suka. (HR. Ahmad).

Tidak Melupakan Ibadah

Sebagaimana telah dijelaskan pada point pertama, niatkan berdagang karena Allah. Oleh karena itu janganlah kegiatan berdagang melalaikan dari sholat. Percuma sibuk berdagang tapi sampai membuat sholatnya ditunda-tunda.

Allah berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. (QS.Al Munafiqun:9)

Demikian tadi penjelasan tentang cara jualan seperti Nabi. Semoga kita termasuk orang-orang yang tidak hanya sukses di dunia tetapi juga mendapatkan ridho dari Allah Subhanahu Wata’ala.

Baca Juga : NASI BIRYANI, NASI MANDI, DAN NASI KABSAH. APA BEDANYA?

Daftar Gratis Jadi Reseller Produk Kebutuhan Produk Muslim : Klik Disini



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *