Recent Posts

Hukum Jualan Dropship Menurut Syariat Islam

Dropship adalah metode penjualan yang sedang trending saat ini. Pada umumnya perdagangan hanya melibatkan dua pihak yaitu penjual dan pembeli. Pada metode dropship, perdagangan melibatkan tiga pihak yaitu penjual, dropshipper, dan pembeli. Penjual adalah pemilik barang yang akan dijual. Dropshipper adalah orang yang tidak memiliki 

Penyakit Hati Membuat Hidup Sengsara

Terkadang kita mendengar atau membaca tentang penyakit liver, sirosis, atau hepatitis. Tapi penyakit hati yang dimaksud dalam artikel ini bukan penyakit hati dalam konteks biologis. Hati adalah penentu sifat manusia. Baik buruknya perilaku seseorang ditentukan oleh kesehatan hatinya. Jika seseorang hatinya sehat, maka perilakunya baik. 

Mendidik Anak Seperti Nabi Muhammad

Nabi Muhamad Shollallohu ‘Alaihi Wasalam adalah teladan bagi umat Islam. Akhlaknya yang mulia patut dijadikan contoh. Setiap ucapan dan perilakunya harus dijadikan pedoman. Salah satu akhlak Nabi yang harus diteladani adalah akhlak dalam mendidik anak. Sebagai umat Islam sebaiknya kita juga mendidik anak seperti Nabi.

mendidik anak seperti nabi
Photo by Hugo Veldtman from Pexels

Berikut ini adalah akhlak Nabi Muhammad dalam mendidik anak yang wajib kita teladani.

Mengajari Tentang Perilaku Kasih Sayang

Nabi Muhammad mendidik anak tentang bagaimana berperilaku kasih sayang. Cara mendidiknya tidak sekedar dengan kata-kata, tetapi juga dengan mencontohkan.

Diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha: “Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih mirip dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam cara bicara maupun duduk daripada Fathimah.” ‘Aisyah berkata lagi, “Biasanya apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat Fathimah datang, beliau mengucapkan selamat datang padanya. Lalu berdiri menyambutnya dan menciumnya. Kemudian beliau menggamit tangannya hingga beliau dudukkan Fathimah di tempat duduk beliau. Begitu pula apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang padanya, maka Fathimah mengucapkan selamat datang pada beliau, kemudian berdiri menyambutnya, menggandeng tangannya, lalu menciumnya.” (Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani).

Berperilaku Adil Terhadap Anak Laki-laki dan Perempuan

Nabi Muhammad tidak membeda-bedakan anak laki-laki dan perempuan. Sikapnya itu sangat bertolak belakang dengan pandangan masyarakat jahiliyah yang memandang rendah perempuan.

Dalam sebuah hadist dijelaskan:

Dari Nu’man bin Basyir, beliau pernah datang kepada Rasulullah lalu berkata, “Sungguh, aku telah memberikan sesuatu kepada anak laki-lakiku yang dari Amarah binti Rawwahah, lalu Amarah menyuruhku untuk menghadap kepadamu agar engkau menyaksikannya, ya Rasulullah.” Lalu Rasulullah bertanya, “Apakah engkau juga memberikan hal yang sama kepada anak-anakmu yang lain?” Ia menjawab, “Tidak.” Rasulullah bersabda, “Bertakwalah kamu kepada Allah dan berlaku adillah kamu diantara anak-anakmu.”  Nu’man pun mencabut kembali pemberiannya.” (HR. Bukhari).

Mengajari Berpakaian Menutup Aurat

Diriwayatkan dari Aisyah ra: bahwa Asma’ binti Abi Bakar menemui Rasulullah SAW dengan kondisi ia berpakaian pendek, aka berpalinglah Rasulullah SAW seraya berkata, “Wahai Asma’, sesungguhnya wanita, apabila telah baligh, tidak pantas terlihat kecuali ini dan ini (beliau menunjuk wajah dan kedua telapak tangannya).” (HR. Abu Daud)

Demikian beberapa akhlak Nabi dalam mendidik anak. Semoga kita dapat melaksanakan cara mendidik anak seperti nabi.

Baca Juga : Belajar Membaca dengan Flash Card

Cara Jualan Seperti Nabi Muhammad

Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasalam adalah pedagang. Nabi berdagang sejak usia 12 tahun. Beliau dikenal sebagai pedagang yang sukses. Kusuksesan diraih karena cara jualan yang ramah dan jujur. Kesuksesan Nabi tidak sekedar materi semata, tetapi juga keberkahan rizkinya. Selain itu dengan berdagang, Nabi menjalin persaudaraan 

Belajar Membaca dengan Flash Card

Seorang ibu pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Apalagi untuk urusan tumbuh kembang si kecil. Tumbuh kembang mencakup berbagai aspek. Salah satunya kemampuan membaca. Berbagai cara dilakukan sang ibu agar si kecil cepat bisa membaca. Terutama jika sudah memasuki usia sekolah dasar. Belajar membaca memiliki 

Nasi Biryani, Nasi Mandi, dan Nasi Kabsah. Apa bedanya?

Kita mungkin pernah melihat atau bahkan menikmati nas khasi timur tengah. Tidak seperti nasi Indonesia yang pulen, nasi khas timur tengah bersifat pera. Ketika melihat nasi yang panjang-panjang dan berwarna kuning mungkin kita mengira itu nasi biryani. Tak sedikit juga yang menyangka bahwa semua nasi Arab disebut biryani. Padahal hidangan nasi dari beras basmati bermacam-macam. Apalagi beras basmati juga dikonsumsi orang India hingga Turki. Setiap negara pasti punya ciri khas masing-masing

nasi biryani
Nasi Biryani

Pada artikel ini kita akan mempelajari perbedaan nasi khas timur tengah yaitu nasi biryani, nasi mandi, dan nasi kabsah.

Nasi Biryani

Nasi biryani dibuat dari beras basmati dengan rempah pedas dan hangat. Teknik memasaknya dengan diaron bersama rempah. Pada proses pemasakan terakhir permukaan nasi diberi susu safron untuk menambah cita rasa. Tepian tutup panci yang digunakan untuk memasak dilapisi adonan chapati. Cara memasak selengkapnya bisa dibaca di sini.

Nasi Mandi

Hidangan nasi jenis ini memiliki warna kuning cerah. Warna itu berasal dari rempah safron khas timur tengah. Oleh karena itu terkadang nasi mandi kadang disebut butter rice. Beras basmati dimasak dengan cara tanur. Pada pemasakan tanur ini, nasi dilubangi bagian tengah untuk ditaruh wadah kecil. Wadah itu diberi bara api dan lemak dari daging sapi atau kambing. Lemak yang terkena panas dari bara akan menghasilkan asap yang menambah cita rasa.

Nasi Kabsah

Salah satu elemen yang membedakan nasi kabsah dengan nasi sebelumnya adalah adanya tomat. Nasi ini salah satu bumbunya menggunakan tomat dan sedikit cabai, sehingga citarasanya asam gurih, tetapi tidak pedas. Nasi kemudian dihidangkan bersama daging kambing atau ayam. Daging kambing dan ayamnya pun dimasak dengan bumbu tomat.

Demikian tadi ulasan tentang tiga jenis nasi timur tengah yang populer di indonesia. Seiring berkembangnya jaman, membuat nasi khas timur tengah sudah tidak serumit dulu. Banyak alat yang telah diciptakan untuk membuat berbagai hidangan dengan cara yang lebih praktis. Bahkan jika kita tidak punya banyak waktu bisa membuat nasi timur tengah instant.

Baca Juga : Sholat di Tempat Umum Saat Pandemi



Sholat di Tempat Umum Saat Masa Pandemi

Sholat lima waktu adalah amalan yang wajib dilaksanakan setiap muslim. Orang yang sedang di rumah maupun sedang di perjalanan harus melaksanakan sholat. Sholat di tempat umum pun harus dilaksanakan ketika sedang bepergian. Orang sakit pun tetap wajib melaksanakan sholat. Sholat memiliki kedudukan sebagai berikut : 

Bagaimana Cara Menghafal Al-Qur’an?

Salah satu kehebatan Al-Qur’an adalah kemudahannya untuk dipelajari dan dipahami. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ “Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” QS Al-Qamar: 17 Hal-hal yang perlu diperhatikan 

Apakah Menghafal Al-Qur’an Penting?

Al Qur’an adalah pedoman bagi seorang muslim sebagai arah dalam menjalankan kehidupan. Di dalamnya terdapat kisah-kisah untuk dijadikan pelajaran. Selain itu Al-Qur’an juga merupakan petunjuk jalan yang harus dipegang teguh. Hanya orang yang berpegang teguh pada Al-Qur’an yang akan mengantarkan pada keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Membaca Al-Qur’an akan diberi pahala oleh Allah Subhanahu wata’ala dengan 1 kebaikan yang dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan untuk tiap huruf yang dibaca. Apalagi pahala bagi yang orang yang menghafal Al Qur’an.

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا

Dikatakan kepada orang yang membaca (menghafalkan) al-Qur’an nanti, ‘Bacalah dan naiklah serta tartillah sebagaimana engkau di dunia mentartilnya! Karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca (hafal).”

Imam al-Khathabi rahimahullah dalam Ma’âlim as-Sunan (2/136) menjelaskan: Ada dalam atsar bahwa jumlah ayat al-Qur`an menentukan ukuran tangga surganya. Disampaikan kepada para penghafal al-Qur`an, ‘Naiklah ke tangga sesuai dengan yang kamu baca dari al-Qur`ân. Barangsiapa yang menyempurnakan bacaan seluruh al-Qur`ân maka ia mendapatkan tangga surga tertinggi dan siapa yang membaca satu juz darinya maka akan naik ke tangga sesuai ukuran tersebut. Sehingga ujungnya pahala berada pada ujungnya bacaan.”

Pernyataan imam al-Khatthabi ini disampaikan syaikh al-Albani rahimahullah dan dikomentari Syaikh al-Albani rahimahullah dengan pernyataan: “Ketahuilah bahwa yang dimaksudkan dengan Shâhibul Qur’ân (orang yang membaca al-Qur’an) di sini adalah orang yang menghafalkannya dari hati sanubari. Sebagaimana hal ini ditafsirkan berdasarkan sabda Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain, ‘Suatu kaum akan diimami oleh orang yang paling menghafal Kitabullah (al Qur’an).’

Referensi:

https://almanhaj.or.id/4540-derajat-hadits-keutamaan-menghafal-alqurn.html

Baca juga : Bagaimana Cara Menghafal Al-Qur’an?